Jumat, 16 Februari 2024

Ikan Bakar Malam Tahun Baru

 

(Tulisan Tanpa Ide)

 Tok tok tok,,, "Assalamualaikum",, terdengar pekikan suara dari luar gerbang rumahku.

"Waalaikumsalaam", jawabku sambil bergegas keluar rumah. Segera aku membuka pintu gerbang rumahku yang terkunci gembok (Maklum rumahku jauh dari keramaian dan tetangga). Sejenak aku perhatikan tajam orang dibalik pintu pagar, seorang bapak dengan membawa kantung plastik berwarna putih.

"Nggih pak, wonten nopo?" Tanyaku pada bapak itu Sambil tersenyum bapak itu menjawab "Niki bu wonten titipan"

"Nopo niki pak?, saking sinten?" tanyaku penasaran.

Bapak itu kembali menjawab "
ikan bakar bu, kangge melekan, saking ibu e lare-lare"

"Ooh ya Allaah,,, alhamdulillaah, maturnuwun sanget pak, salam kangge ibu nggih" sahutku spontan.

"Nggih bu,,, kulo langsung wangsul nggih" ujarnya kemudian.

"Nggih pak, monggo. Maturnuwun.."

Segera bapak itu menghidupkan mesin motornya dan meninggalakan rumahku...

Ternyata bapak itu adalah salah satu wali murid di madrasah tempatku mengajar.

Aku tak sabar ingin segera membuka bungkusan itu, sdh terbayang rasanya dari

 aroma sedap,,, hhhmmm, aku mulai menelan ludah.

Aku bergegas ke meja makan kubuka bungkusan itu dan,,, "hhhmmmhhh maknyuus jiaan wuenak tenan rasane,,, "

Aku siapkan hidangan pendamping lainnya, aku silahkan suami dan anakku untuk menikmati ikan bakar malam tahun baru. 😊.

 

Usai makan malam bersama dengan menu utama ikan bakar malam tahun baru itu, kami sekeluarga melaksanakan shalat isya berjama'ah.

Usai shalat putra bungsuku bersuara "Mama,,, ayo ke Pantai Boom"

Aku sedikit terperangah tak menduga ajakan yang tiba-tiba datang dari putraku itu.

Aku menjawab ajakan putraku itu dengan sebuah pertanyaan "untuk apa dek?"

Jawaban yang tidak aku duga "kan malam tahun baru, Ma"

Aku jawab sambil aku rangkul putra bungsuku itu.

"Dek,,, ga usah ke pantai ya, dirumah saja nonton TV, ke pantainya kan bisa lain waktu, dek"

Putra bungsuku mulai mengerutkan wajahnya nampak kekecewaan disana, namun aku bertahan untuk tidak menuruti ajakannya kali ini.

Tidak lama kemudian,,, suara keras terdengar dari loudspeaker dengan musik khas Banyuwangi di belakang rumahku, aku sempat terkejut dan bertanya dalam hati "suara apa itu, ada kegiatan apa, ada hajatan apa?"

Kembali aku bergegas keluar rumah, begitu aku buka pintu rumah,,,, aroma bakaran ikan mulai tercium,,, baru aku tahu ternyata sumber suara dan aroma khas bakaran ikan itu berasal dari rumah tetangga yang nampak ramai dengan penerangan lampu yang lebih dari biasanya.

 

Ahh,,, tersadar aku, diluar sana orang pada ramai merayakan tahun baru 2024. Tradisi perayaan tahun baru yang setiap tahunnya dirayakan oleh banyak orang. (if)

0 komentar:

Posting Komentar