(Tulisan Tanpa Ide)
Tok tok tok,,, "Assalamualaikum",, terdengar pekikan suara dari luar gerbang rumahku.
"Waalaikumsalaam", jawabku
sambil bergegas keluar rumah. Segera aku membuka pintu gerbang rumahku yang
terkunci gembok (Maklum rumahku jauh dari keramaian dan tetangga). Sejenak aku
perhatikan tajam orang dibalik pintu pagar, seorang bapak dengan membawa
kantung plastik berwarna putih.
"Nggih pak, wonten nopo?"
Tanyaku pada bapak itu Sambil tersenyum bapak itu menjawab "Niki bu wonten
titipan"
"Nopo niki pak?, saking
sinten?" tanyaku penasaran.
Bapak itu kembali menjawab "
ikan
bakar bu, kangge melekan, saking ibu e lare-lare"
"Ooh ya Allaah,,, alhamdulillaah,
maturnuwun sanget pak, salam kangge ibu nggih" sahutku spontan.
"Nggih bu,,, kulo langsung wangsul
nggih" ujarnya kemudian.
"Nggih pak, monggo.
Maturnuwun.."
Segera bapak itu menghidupkan mesin
motornya dan meninggalakan rumahku...
Ternyata bapak itu adalah salah satu wali
murid di madrasah tempatku mengajar.
Aku tak sabar ingin segera membuka
bungkusan itu, sdh terbayang rasanya dari
aroma sedap,,, hhhmmm, aku mulai menelan
ludah.
Aku bergegas ke meja makan kubuka
bungkusan itu dan,,, "hhhmmmhhh maknyuus jiaan wuenak tenan rasane,,,
"
Aku siapkan hidangan pendamping lainnya,
aku silahkan suami dan anakku untuk menikmati ikan bakar malam tahun baru. 😊.
Usai makan malam bersama dengan menu
utama ikan bakar malam tahun baru itu, kami sekeluarga melaksanakan shalat isya
berjama'ah.
Usai shalat putra bungsuku bersuara
"Mama,,, ayo ke Pantai Boom"
Aku sedikit terperangah tak menduga
ajakan yang tiba-tiba datang dari putraku itu.
Aku menjawab ajakan putraku itu dengan
sebuah pertanyaan "untuk apa dek?"
Jawaban yang tidak aku duga "kan
malam tahun baru, Ma"
Aku jawab sambil aku rangkul putra
bungsuku itu.
"Dek,,, ga usah ke pantai ya,
dirumah saja nonton TV, ke pantainya kan bisa lain waktu, dek"
Putra bungsuku mulai mengerutkan wajahnya
nampak kekecewaan disana, namun aku bertahan untuk tidak menuruti ajakannya
kali ini.
Tidak lama kemudian,,, suara keras
terdengar dari loudspeaker dengan musik khas Banyuwangi di belakang rumahku,
aku sempat terkejut dan bertanya dalam hati "suara apa itu, ada kegiatan
apa, ada hajatan apa?"
Kembali aku bergegas keluar rumah, begitu
aku buka pintu rumah,,,, aroma bakaran ikan mulai tercium,,, baru aku tahu
ternyata sumber suara dan aroma khas bakaran ikan itu berasal dari rumah
tetangga yang nampak ramai dengan penerangan lampu yang lebih dari biasanya.







0 komentar:
Posting Komentar