Kamis, 29 Juli 2021

GERAK HEWAN DAN TUMBUHAN

 السّلام عليكم ورحمة الله وبراكاته

Bagaimana kabar kalian hari ini?

Semoga selalu dalam keadaan sehat dan tambah semangat. Aamiin.

Hari ini kita akan belajar tentang "Sistem Gerak Hewan dan Tumbuhan"

Petuntuk Belajar:
1. Silahkan anak-anak baca dan pelajari materi tentang  Gerak Hewan dan Tumbuhan dibawah ini. 
2. Setelah itu silahkan anak-anak membuat resume/rangkuman materi di buku catatan. 
Hasil Rangkuman silahkan dikirim dengan cara KLIK: 


Baik, selamat belajar anak-anak, Sukses selalu untuk kalian semua, semangat ya...😍

A. Gerak Hewan

Kenapa hewan bergerak?

Hewan bergerak karena ada rangsangan terhadap sebagian atau seluruh bagian tubuhnya. Beberapa rangsangan yang menyebabkan hewan bergerak adalah:

a. Perlindungan diri dari musuh

b. Mencari makan 

c. Migrasi  

Hewan vertebrata (bertulang belakang) memiliki tulang dan otot sebagai alat gerak. Tulang menjadi alat gerak pasif. Sedangkan otot menjadi alat gerak aktif. Hewan dapat bergerak dengan menggunakan tulang dan otot sebagaimana halnya manusia yang bergerak secara aktif dan pasif.

Alat gerak aktif dan pasif pada hewan vertebrata adalah kaki, sayap atau sirip.

Banyak jenis hewan di atas bumi dengan berbagai macam cara bergerak. Ada hewan bergerak dengan cara berjalan, melata/merayap, terbang dan berenang. Hewan tersebut dapat bergerak karena memiliki alat gerak yang sesuai dengan habitatnya.

Sedangkan hewan invertebrata (tidak mempunyai tulang belakang) mempunyai alat gerak khusus. Misalnya, hewan lunak (Mollusca) seperti bekicot, bergerak menggunakan kaki otot.

Begitu pula hewan yang memiliki rongga (Colenterata) seperti ubur-ubur, bergerak menggunakan tentakel.

1. Gerak Hewan di Darat

Hewan yang hidup di darat bergerak dengan tulang dan otot. Hewan darat memiliki otot dan tulang yang kuat. Hal ini untuk mengatasi inersia dan untuk menjaga gaya pegas (elastisitas). Contohnya, gajah dan kerbau memiliki massa tubuh yang besar, sehingga membutuhkan gaya yang besar untuk melawan inersia. Namun, perbedaan otot dan tulang pada gajah dan kerbau membuat gajah lebih lincah daripada kerbau.  

Struktur tulang dan otot hewan di darat tidak sama. Bandingkan kaki kuda dengan kaki kucing. Kaki kucing lebih ramping dibandingkan kuda. Begitu pula otot dan massa tubuh kucing, lebih ringan. 

Kalau begitu, mana yang lebih cepat dan kuat berlari antara kedua hewan tersebut?


2. Gerak Hewan di Air
Pada umumnya hewan air bergerak dengan cara berenang menggunakan sirip. Kenapa ikan dapat berenang dalam air?
Ikan dapat berenang karena air memiliki kerapatan dan gaya angkat yang lebih besar dibanding ikan.
Hal ini menyebabkan ikan dapat melayang di dalam air dan dengan energi yang sedikit saja ikan bisa bergerak menggunakan sirip.

Selain karena massa jenis ikan yang lebih kecil dibanding dengan lingkungannya, bentuk tubuh ikan juga mempengaruhi kemampuan ikan untuk bergerak. 

Ikan memiliki bentuk tubuh yang aerodinamis (streamline) untuk mengurangi hambatan ketika bergerak didalam air, sehingga ikan mudah bergerak di dalam air.

Tubuh ikan dilengkapi dengan otot dan tulang belakang yang fleksibel yang berguna untuk mendorong ekor dan sirip ikan di dalam air. 

Sirip samping dan sirip ekor yang lebar berfungsi membantu mendorong gerakan ikan ke depan sehingga ikan akan bergerak lebih cepat.


3. Gerak Hewan di Udara
Gerak pada hewan yang bisa melayang di udara karena adanya gaya gravitasi bumi dan diimbangi oleh gaya angkat yang dimiliki oleh burung karena memiliki sayap dan rangka tulang yang mendukung.

Prosesnya begini, ketika burung terbang, udara akan mengalir di bagian atas dan bawah burung. Saat mengepakan sayapnya, udara di bagian atas tubuh burung akan mengalir ke bawah.
 
Dengan demikian akan terbentuk gaya yang mendorong tubuh burung ke bagian atas sehingga burung dapat bertahan di udara.
Jadi, burung menggunakan sayap untuk bergerak (terbang) dengan gabungan otot yang kuat dan tulang yang ringan, kepakan sayap burung akan membuat gaya angkat yang memungkinkan burung untuk terbang.

B. Gerak Tumbuhan

    
Gerak pada tumbuhan ada 3 yaitu: 
  1. Gerak Endonom, 
  2. Gerak Higroskopis dan 
  3. Gerak Esionom. 
1. Gerak Endonom 
    adalah gerak yang terjadi dari dalam sel tubuh tumbuhan. 
Contohnya, gerak kloroplas pada daun hidrilla (Hydrilla verticillata). 
Apabila dilihat dengan mikroskop, sel daun hidrilla berbentuk seperti tembok dan berair yang disebut sitoplasma. Ditengah sitoplasma terdapat bulat – bulat berwarna hijau yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang bergerak mengelilingi sel dan disebut siklosis. Berikut gambar sel daun Hidrilla:
 
2. Gerak Higroskopis
    adalah gerak karena adanya perubahan kadar air dalam sel secara tidak merata. 
Contoh: membukanya buah polong-polongan seperti kedelai (Glycine max) dan membukanya dinding sporangium pada tumbuhan paku. 
Ketika kedelai sudah tua, terjadi penurunan kadar air dalam sel yang tidak merata sehingga membuat kedelai mengkerut. Karena semakin mengkerut, membuat kulitnya membuka. 

3. Gerak Esionom 
    adalah gerak karena adanya rangsangan dari lingkungan.
Gerak eksionom dibagi menjadi 3 yaitu: tropisme, taksis dan nasti. 

3.1 Gerak Tropisme 
      adalah gerak yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang dari luar. Gerak tumbuhan yang mendekati arah datangnya rangsang dinamakan tropisme positif, sedangkan yang menjauhi datangnya rangsang dinamakan tropisme negatif. 
    
Gerak tropisme ada 4 yaitu Fototropisme/Heliotropisme, Hidrotropisme, Tigmotropisme dan Kemotropisme

a. Fototropisme 
Fototropisme adalah gerak sebagian tumbuh tumbuhan menjauhi atau mendekati rangsang. Gerak fototropisme dibedakan menjadi dua, yaitu fototropisme positif dan fototropisme negatif.
Fototropisme positif merupakan gerak tumbuhan menuju ke arah cahaya. Contohnya adalah gerak ujung tanaman menuju ke arah datangnya matahari.
Sedangkan fototropisme negatif merupakan gerak tumbuhan menjauhi sumber cahaya. Contonya adalah gerak ujung akar menjauhi arah datangnya cahaya. 
b. Geotropisme 
Geotropisme adalah sebagian tubuh tumbuhan karena pengaruh gaya gravitasi bumi.

Gerak geotropisme yang menuju pusat pusat bumi disebut geotropisme positif, contohnya gerak ujung akar ke dalam tanah.

Sedangkan geotropisme yang menjauhi pusat bumi dinamakan geotropisme negatif, misalnya gerak ujung batang tumbuhan.
Gambar: (a) Gerak akar menuju ke sentra bumi merupakan geotropisme positif,
(b) pertumbuhan batang merupakan geotropisme negatif.

c. Hidrotropisme 
Hidrotropisme adalah gerak tumbuhan mendekati sumber air. 
Kemampuan gerak akar menuju sumber air ini memungkinkan tumbuhan dapat terus mendapatkan air, sehingga dapat terus bertahan hidup.
Contohnya, akar tumbuhan yang bergerak mendekati sumber air ketika musim kemarau. 
Gerak ujung akar menuju sumber air

d. Tigmotropisme 
Tigmotropisme adalah gerak membeloknya bagian tubuh tumbuhan akibat bersinggungan atau bersentuhan.

Contoh gerak tigmotropisme yang dapat diamati adalah gerak melilitnya batang tanaman kacang panjang pada sulur (tempat merambatnya).

Beberapa tumbuhan selain kacang panjang yang memiliki sulur sebagai organ tambahan adalah mentimun, kacang panjang, labu, anggur, markisa 
dan sebagainya. 

e. Kemotropisme 
Kemotropisme adalah gerak tropisme yang dipengaruhi oleh zat kimia. Contohnya, proses penyerbukan pada tumbuhan. Penyerbukan diawali dengan menempelnya serbuk sari pada kepala putik. Kemudian serbuk sari berkecambah dan membentuk buluh serbuk. Selanjutnya buluh serbuk membawa gamet jantan (spermatozoa) menuju gamet betina (sel telur). Pergerakan buluh serbuk tersebut dipengaruhi oleh zat gula (zat kimia) yang dikeluarkan oleh bakal buah. Proses penyerbukan terjadi seperti gambar berikut:

Contoh lain gerak kemotropisme adalah: Gerak akar menuju zat hara dalam tanah.

3.2 Gerak Taksis 
      adalah gerak pindah tempat seluruh bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi sumber rangsangan. 
    Merupakan gerak seluruh tumbuhan karena adanya rangsangan dari luar. Berdasarkan rangsangannya, taksis dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Fototaksis, yaitu gerak seluruh tubuh tumbuhan dengan rangsangan berupa cahaya. Contohnya, gerak Euglena sp yang selalu mendekati cahaya. Euglena viridis yang merupakan organisme uniseluler dari keompoknya protista mirip tumbuhan. Euglena dapat bergerak pindah tempat karena memiliki flagelata dan reseptor cahaya. Karena membutuhkan cahaya, euglena akan bergerak kearah datangnya cahaya.
Gerak Euglena yang bergerak menjauhi intensitas cahaya yang tinggi
b. Kemotaksis, yaitu gerak seluruh tubuh tumbuhan dengan rangsangan berupa zat kimia. Contohnya, gerak spermatozoid ke arkegonium pada tumbuhan lumut.

3.3 Gerak Nasti
      adalah gerak tumbuhan yang tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak nasti ada 4 yaitu: 
a. Seismonasti : gerak yang dipengaruhi oleh getaran atau sentuhan. 
Contohnya, menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) ketika disentuh.
b. Niktinasti : gerak yang dipengaruhi oleh kondisi siang dan malam. Contohnya, daun bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) menutup ketika malam dan membuka ketika siang hari. 

c. Fotonasti : gerak yang dipengaruhi karena adanya cahaya sore. Contohnya, bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) mekar ketika jam 4 sore. 

d. Termonasti : gerak yang dipengaruhi karena adanya suhu hangat. 
Contohnya, mekarnya bunga tulip di musim semi karena musim semi suhunya hangat. 

Video Pembelajaran
"Sistem Gerak Hewan dan Tumbuhan"


Demikian materi Gerak Hewan dan Tumbuhan, selamat belajar.





0 komentar:

Posting Komentar