Jumat, 05 Maret 2021

PLH Kelas VIII Bab IX "Bencana Alam"

 


A. Pendahuluan

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa oleh alam. Pada umumnya bencana alam terjadi karena adanya perubahan pada kondisi alam baik secara perlahan maupun secara ekstrim. Selain itu, bencana alam dapat terjadi karena ada faktor campur tangan manusia yang tidak bertanggungjawab, misalnya penebangan pohon berlebihan yang menyebabkan tanah longsor.

B. Klasifikasi Bencana Alam

Bencana alam dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis meliputi:

1. Bencana Alam Geologis

Bencana alam geologis merupakan bencana alam yang terjadi di permukaan bumi. Contoh bencana alam geologis yaitu gempa bumi, tanah longsor, tsunami, gunung meletus, dan lain sebagainya.

2. Bencana Alam Meteorologis / Klimatologis

Bencana alam meteorologis merupakan bencana alam yang terjadi karena perubahan iklim yang ekstrem. Contoh bencana alam meteorologis yaitu kekeringan, banjir, angin puting beliung, dan lain sebagainya.

3. Bencana Alam Ekstraterestrial

Bencana alam ekstraterestrial merupakan bencana alam yang terjadi karena benda dari luar angkasa. Bencana alam ini tergolong bencana alam yang paling jarang terjadi. Contoh bencana alam ekstraterestrial yaitu badai matahari.

C. Macam-Macam Bencana Alam

Berikut ini beberapa macam bencana alam yang sering terjadi di berbagai daerah:

1. Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan bencana alam di mana timbulnya guncangan/ getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba. Energi ini dapat berasal dari tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung berapi, runtuhan batuan, dan lain sebagainya. Besarnya kekuatan gempa bumi ini dapat diukur menggunakan alat Seismometer.

Jenis-jenis gempa bumi:

i. Gempa bumi tektonik (pergeseran lempeng tektonik/kerak bumi)

ii. Gempa bumi tumbukan (jatuhnya meteor atau asteroid)

iii. Gempa bumi reruntuhan (daerah kapur, pertambangan)

iv. Gempa bumi vulkanik (aktivitas magma sebelum gunung meletus)

2. Banjir

Banjir merupakan salah satu bencana alam di mana daratan tergenang oleh air secara berlebihan. Bencana alam hidrometeorologis ini umumnya terjadi karena intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan aliran air sungai meluap. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan banjir adalah perilaku manusia yang tidak bertanggungjawab (penggundulan hutan, membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya).

3. Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan peristiwa gerakan massa tanah dan atau batuan yang menuruni lereng karena adanya gangguan kestabilan batuan dan tanah penyusun lereng tersebut. Bencana alam ini terjadi karena adanya faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

4. Erupsi Gunung Berapi 

Erupsi gunung berapi Letusan gunung api atau gunung meletus adalah bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah erupsi. Bahaya letusan gunung api dapat berupa awan panas, lontaran material (pijar), hujan abu lebat, lava, gas racun, tsunami dan banjir lahar.

5. Tsunami Tsunami 

Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang berarti gelombang ombak lautan. Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi.

6. Kekeringan 

Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Kekeringan di bidang pertanian adalah kekeringan yang terjadi di lahan pertanian yang ada tanaman (padi, jagung, kedelai dan lain-lain) yang sedangk dibudidayakan. 

7. Angin Puting Beliung 

Angin puting beliung adalah angin yang kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral. Kecepatan angin puting beliung antara 40-50 km per jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit). 

8. Abrasi 

    Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi.

D. Upaya Penanggulangan Bencana

    1. Upaya Menanggulangi Banjir

    a. Menjaga lingukungan sekitar

Yang utama adalah menjaga lingkungan sungai atau selokan, sungai sebaiknya dipelihara dengan baik. Jangan membuang sampah ke selokan. Sungai atau selokan jangan di jadikan tempat pembuangan sampah

    b. Hindari membuat rumah di pinggiran sungai

Saat ini semakin banyak warga yang membangun rumah di pinggir sungai, ada baiknya pinggiran sungai jangan di jadikan rumah penduduk karena menyebabkan banjir dan tatanan masyarakat tidak teratur.

    c. Melaksanakan program tebang pilih dan reboisasi

Pohon yang telah ditebang sebaiknya ada penggantinya. Menebang pohon yang telah berkayu kemudian di tanam kembali tunas pohon yang baru. Hal ini ditujukan untuk regenerasi hutan dengan tujuan hutan tidak menjadi gundul.

    d. Buanglah sampah pada tempatnya

Sering kali masyarakat indonesia membuang sampah sembarangan terutama membuang sampah ke sungai, tentu hal ini akan memebrikan dampak buruk di kemudian hari. Karena sampah yang menumpuk bisa menyebabkan terjadinya banjir saat curah hujan sedang tinggi. Pengelolahan sampah yang tepat bisa membantu mencegah banjir.

    e. Rajin Membersihkan Saluran Air

Perbaikan dan pembersihan saluran air tentu harus ada. Di wilayah tertentu bisa diadakan secara gotong royong. Penjagaan ini harus dilakukan secara terus menerus dengan waktu berkala. Hal ini bertujuan agar terjadi hujan deras, air tidak akan tersumbat dan mampu mencegah terjadinya banjir.

2. Upaya Pengurangan Bencana Aingin Puting Beliung

    a. Memiliki struktur bangunan yang dapat memenuhi syarat teknis sehingga mampu untuk bertahan terhadap angin terutama angin besar

    b. Di daerah rawan angin badai, perlu adanya standar bangunan untuk bisa memperhitungkan beban angin. Sehingga struktur bangun dapat bisa menahan angin.

    c. Melakukan penghijauan di bagian atas arah angin untuk meredam gaya angin.

    d. Pengamanan/perkuatan bagian-bagian yang mudah diterbangkan angin yang dapat membahayakan diri atau orang lain disekitarnya.

    e. Kesiapsiagaan dalam menghadapi angin topan, mengetahui bagaimana cara penyelamatan diri

    f. Pengamanan barang-barang disekitar rumah agar terikat/dibangun secara kuat sehingga tidak diterbangkan angin

    g. Untuk para nelayan, supaya menambatkan atau mengikat kuat kapal-kapalnya.

 3. Upaya Penanggulangan Bencana Tanah Longsor

    a. Mengenali daerah yang rawan terjadinya tanah longsor. Terutama di sekitar lereng yang curam.

    b. Jangan Bangun Pemukiman atau fasilitas di daerah yang rawan bencana terutama bencana tanah longsor

    c. Menjaga Drainase Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan air dari lereng, menghidari air meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Jadi drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam tanah

    d. Membuat terasering dengan sistem drainase yang tepat. drainase pada teras – teras dijaga jangan sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah

    e. Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang tepat. Hal ini untuk bisa menahan air sehingga bencana tanah longsor bisa di minimalisir.

    f. Jika ingin mendirikan bangunan, gunakan fondasi yang kuat. sehingga akan kokoh saat terjadi bencana

    g. Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam tanah.

    h. Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall).

4. Upaya Penanggulangan Kekeringan

Kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang keberadaannya sama sekali tidak diinginkan. Sepeti halnya jenis bancana alam lainnya yang dapat diupayakan penanggulangannya, demikian halnya dengan kekeringan. Beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi kekeringan ini antara lain adalah sebagai berikut:

a. Menanam banyak pohon

Salah satu cara untuk dapat menanggulangi kekeringan adalah banyak menanam pepohonan. Seperti yang kita tahu bahwa salah satu fungsi pohon adalah mnyerap dan kemudian menyimpan air di dalam akarnya. Suatu saat air yang tersimpan di bawah akar pohon dan disebut dengan air tanah  ini akan dapat digunakan di kemudian hari ketika musim kemarau tiba. seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dartah yang mempunyai banyak pohon akan lebih banyak mempunyai air daripada daerah yang kurang pohon.

b. Membuat bendungan

Solusi kedua untuk menanggulangi kekeringan adalah dengan membuat bendungan. Bendungan merupakan salah satu cara untuk membuat air sungai tersimpan (terbendung) sehingga suatu saat dapat digunakan ketika masuarakat kekurangan air. Bendungan juga digunakan untuk mengairi sawah.

c. Menggunakan air dengan sewajarnya

Dan salah satu solusi yang dapat kita lakukan dan dimulai dari diri sendiri adalah menghemat penggunaan air. Air yang merupakan sumber daya alam harus kita hemat dan penggunaannya hanya sewajarnya saja, jangan berlebihan.

5. Upaya Penanggulangan Abrasi

    a. Membangun Pemecah Gelombang

Membuat pemecah gelombang bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah abrasi pantai. Cara ini dimaksudkan agar kekuatan gelombang yang tiba pada garis pantai tidak terlalu besar sehingga tidak berpotensi mengikis padatan yang berada dititik tersebut. Beberapa wilayah di Indonesia sudah banyak yang menerapkan pemecah gelombang sebagai penangkal abrasi pantai

    b. Hutan Mangrove/Bakau

Cara yang paling manjur untuk mengatasi abrasi adalah dengan menanam mangrove. Langkah penanggulangan berbasis konservasi ini idealnya disandingkan dengan opsi pemecah gelombang. Manfaat hutan bakau dalam melindungi garis pantai sebenarnya sudah banyak diketahui pihak terkait. Namun kesadaran untuk membuat ini masih minim. Mangrove memiliki banyak manfaat seperti :

  • Menjaga stabilitas garis pantai.
  • Mengurangi akibat bencana alama tsunami.
  • Membantu pengendapan lumpur, dengan demikian kualitas air lautan jauh lebih terjaga.
  • Membantu menahan juga menyerap tiupan angin laut yang cukup kencang.
  • Merupakan sumber plasma nutfah.
  • Membantu menjaga keseimbangan alam.
  • Membantu mengurangi polusi baik di udara juga di air.
  • Sebagai salah satu sumber oksigen bagi makhluk hidup.
  • Hutan mangrove juga menjadi habitat alami beragai spesies seperti kepiting, burung, beberapa jenis ikan dan lain-lain.

KASUS/PERMASALAHAN

1. Coba sebutkan bencana alam yang disebabkan oleh faktor alam yang sering melanda Jawa Timur!

2. Sebutkan bencana alam yang disebabkan oleh faktor manusia!

3. Bagaimana cara memperkecil bencana akibat ulah manusia?

4. Termasuk bencana apakah lumpur Lapindo di Sidoarjo?

5. Termasuk bencana apakah banjir di kota-kota besar

** Kerjakan Kasus/Permasalahan tersebut di buku PLH, kemudian difoto dan kirim hasilnya melalui link Pengumpulan Tugas dengan cara KLIK DISINI
Untuk membantu menyelesaikan kasus/permasalahan tersebut diatas, anak-anak juga bisa membaca buku berikut ini:

Baik anak-anak,,, Selamat belajar, sukses untuk kalian semua
Wassalamualaikum wr. wb.

0 komentar:

Posting Komentar